RSS
Tampilkan postingan dengan label catatan pribadi penulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan pribadi penulis. Tampilkan semua postingan

My Favorite Games

Siapa sih di dunia ini yang belum pernah main game?

Angkat tangan kalau iya,
kasian banget...


Siapa yang maniak Games?

Hayooo, angkat kaki kalau jawab iya...

Hei kalian... Jangan jadi maniak games, yah. Itu sangat berbahaya, beneran. Karena kadang ada yang dinamakan pecandu games.

Ihh, memangnya mau dibilang pecandu? Gak kan?

Oleh karena itu, jaga waktu kalian,dengan hal yang positif. Kalau udah kecanduan, sebaiknya kamu mencari beberapa games yang positif. Positif dalam artian, kamu bisa membedakan dunia permainan dan dunia yang kamu mainkan.

Well, ehmmm... Aku dulu pernah beberapa waktu menjelma menjadi seorang maniak games. Saking maniaknya sampai-sampai kadang berebut PS 1 dengan adikku, padahal itu adalaj PS punya dia, tapi aku kadang seenaknya memakai,,,

Jahat ya?

yahhh.. namanya juga kecanduan.. #membeladiiri

Wetsss... tapi jangan salah.
Itu jamman dulu loh, dulu banget, jaman aku masih SMP.
Jaman purbakala lah.

Ya sejalan dengan bergantinya tahun, setelah itu aku akhirnya berpikir gimana caranya suapya gak terlalu maniak. Yah, sebagai panutan aku mencoba beberapa games yang sulit, bahkan sangat sulit.

Kenapa? Kok gitu?

Ya... karena semakin sulit, semakin malas aku untuk memainkannya. hehehe

Simpel kan? Makanya, ayo dicoba...

Btw, ini adalah beberapa game yang kuanggap baik (mudah-mudahan) dan menjadi favoritku:
- Chess (Catur)
- Who wants to be a millioner
- Fish Tycoon
- Frantic Factory
- City Bloxx
- Harvest Moon


Enjoy it...


semoga manfaat ^^

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

My Bestfriend and Me

Ehm.. Aku akan membacakan puisi untu kalian, para sahabatku sekaligus fans ku... Dengarkan baik-baik ya..

Ini pertama kalinya aku menulis untuk kalian..

Atas nama cinta, cinta yang tak lekang oleh tempat dan waktu..

Kalian, yang tak ingin kusebut hanya teman biasa, juga tak akan pernah kuakui musuh luar biasa..

Bisakah aku hidup tanpa ada kalian?
Bisa. Karena sebelum aku bertemu kalian, aku memang hidup.
Tapi setelah aku bertemu kalian.. Yang terjadi adalah.. Aku benar-benar hidup.

Aku tidak sedang merayu ataupun menggombal..
Tapi hanya menulis apa yang kurasakan.

Kalau aku bilang kalian benar-benar cahaya kehidupanku atau pelita malamku, maka aku telah berbohong. Kalian bukan cahaya, tapi sinar. Sinar yang tidak sepanas cahaya dan tak sedingin malam.. Kalian konstan..

Terpaut waktu, sifat, dan juga rindu.. Semuanya terasa satu.. Kita bersama..

Kita tidak terikat kontrak harus bersama selamanya.. Kita fleksibel.
Kita bukan komunitas. Kita bisa menjadi mereka.


Demikian puisi yang sudah saya bacakan untuk kalian. Welll,mungkin memang aku kurang cocok untuk membaca puisi, aku tahu itu. Nanti deh, mungkin aku akan lebih baik untuk menyanyi... Tunggu tanggal mainnya, yah...

Akhir kata, aku cuma mau bilang, happy 'minggu tenang' yahhh.. Kalau kangen, datengin aja ke kos. Hehehe pede banget

Hanya berharap semoga kita dapatkan yang terbaik saat final nanti. Bukan hanya final test,tapi juga final dari segalanya.
Aaamin..

semoga manfaat ^^

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Minggu is Sun Day is Fun Day and also Great Day

Terdedikasi untuk diriku sendiri, congrats!!!

okee, mungkin awalannya memang gak nyambung. Lewat...
Jadi...

Kemarin, pada hari Minggu kuturut ayah ke kota, naik delman istt... ups, kok ngwelantur. oke, oke, ralat.

jadi pada tanggal 22 Mei 2011p pukul 09.00 am s/d 12.30 pm, kami dari HIMATEKKIM Unlam mengadakan Acara seminar yang meriah, yaitu:

“Public Speaking : To be A Number One Public Speaker”

Well, karena Panitia, kami WAJIB berangkat pukul 07.00 am dan pulang pukul 04.00 pm. Namanya juga Panitia, ya gituuu deh… We would to being sincere as soon as possible..

Btw, balik ke acaranya, baca judulnya aja bener-bener waooowww, aku yang jadi panitia malah pengen jadi peserta.

Loh kok gitu? Kenapa?

Ehhhmmm.. Jujur aku bukanlah seseorang yang dapat berbicara dengan baik di muka umum. Kadang yang akan kuajak bicara bisa saja kurang paham dengan apa yang aku sampaikan, atau kadang malah aku yang bingung musti bagaimana menyampaikan maksud hati dengan berbicara. Jadi sangat sering terjadi Miss Comunication, ini sangat berbahaya.

Nah karena itulah, pokoknya aku harus mengikuti acara ini sampai tuntas.. tas.. tas.. dijual tas.. dibeli pak, dibeli bu..

Loh kok malah ngelantur..

Well, kembali ke soulblue..
Aku sangat beruntung karena aku di bagian dokumentasi. Paling tidak akan terus berada Dalam ruangan. Tapi... Lewat tulisan di blog ini aku ingin mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya kepada:

Teman-teman panitia yang mempercayakanku berada dalam anggota dokumentasi, padahal aku jujur saja tidak jago dalam hal memfoto, kecuali difoto.
Oke, mungin ini pengecualian yang tidak penting. Hehehe

Jadi harap maklum bila hasil bidikannya kurang bagus, ini adalah usahaku semampunya dan memang sudah terjadi. Jadi apa boleh buat karena memang kenyataannya, hiks, nangis dulu ahhh setelah ratusan kali kulihat hasil bidikanku sangat tidak baik. Well, kuakui memang ini bukanlah bidangku kok. *cari alesan

Tapi makaaaaaasih banget karena akhirnya aku berada dalam seksi dokumentasi yang belum pernah kucicipi, so its really delicious. Pengalaman yang kudapatkan akhirnya.

Dari analisa yang kudapat, aku menarik kesimpulan bahwa:

Seorang fotografer perlu ketelitian untuk menepatkan objek bidikan dan kesabaran menunggu moment yang tepat, serta yang paling penting adalah keikhlasan karena akan lebih banyak foto orang lain dibanding foto dirinya sendiri

Aku sedikit ngelantur, ya? Maaf ya readers, kebawa suasana nih, soalnya Senin ini libur. Yihaaaaaaa apa hubungannya?

Baiklah, kembali ke materi. Aku akan menyampaikan lewat tulisan mengenai sedikit beberapa ilmu yang aku dapatkan setelah acara seminar ini selesai..

Jadi, sebetulnya berbicara itu memerlukan beberapa tips, aku menyimpulkan dari Kak Khairun Nisa sebagai Pemateri 1, yaitu sbb:
- Menguasai Bahan/materi
- Berpenampilan yang menarik
- Berlatih dengan berbicara di depan cermin
- Komunikatif dengan audience
- Berbicara dengan intonasi yang sesuai
- Sedikit memberikan humor.


Sepertinya hanya itu. Maaf mungkin ada yang kurang atau bagaimana, tapi yang paling kutangkap jelas adalah sebagian besar di atas.

Btw, apabila kita punya masalah yang sama, yaitu merasa gugup saat berada di depan umum atau kita tahu ini dinamakan dengan istilah “Demam Panggung”, maka aku menyarankan untuk mengikuti tips dariku…

Sebelum tampil:
- Latihan di depan cermin sambil merekam suara sendiri.
- Jangan menghapal materi text book, tapi pahami prosesnya, dan yang paling penting gunakan kalimatmu sendiri untuk menyampaikan.
- Apabila anda orang yang mudah panik, gunakan sesuatu untuk membantu anda seperti slide atau tampilan gambar.
- Memperhatikan penampilan, jangan salah kostum.


Saat tampil:
- Berdoa dalam hati
- Senyum dan memperhatikan keadaan sekitar
- Bergerak yang ekspresif agar persuasive for audience
- Hindari melakukan kontak mata dengan orang yang kamu kenal
- Jangan berhenti apabila bingung, sebaiknya gunakan kalimat meski sedikit melenceng dari materi yang dibawakan.


Selamat dicoba, rekan-rekan sekalian..
Aku pernah melakukannya hingga tanpa sadar rasa dag-digdug itu hilang perlahan, malah setelahnya aku bingung, lari kemanakah rasa gugup itu? Subhanalloh..

Oh iya, setelah beres-beres tempat, kami beberapa panitia melakukan istirahat santai sebelum EVALUASI. Yah, walaupun memang aku kurang ahli dalam hal jepret, ternyata aku lebih ahli sebagai perekam video.. hahahaha *terteawa licik

gak percaya??? Hmmmmm….

Klik here then you will get the answer >>>>

Ipeh-San feet Opek-San

Akhir pengununjung acara, aku ucapkan selamat kepada:

Departemen Forum Komunikasi HIMATEKKIM Unlam yang telah berhasil menjalankan 1 Proker besar. Semoga departemen yang lain bisa menyusul di waktu berikutnya. Aammin..

Alhamdulillah.. Akhirnya bulan Mei hampir berakhir..
Ga sabar pengen akhir Juni, go home…

semoga manfaat ^^

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Calon cita-cita di masa lampau

Apa cita-cita kalian?

Apa sih itu cita-cita? Mungkin kita bingung ketika ada orang yang menanyakan kita, misalnya saja seperti ini,
“Apa cita-citamu? Mau jadi apa nanti?”

Secara sekilas, rata-rata orang dengan dengan jutaan isi hati entah mungkin opini ataupun apa akan menjawab dengan kalimat tersirat.
Misalnya begini “Nanti aku mau jadi orang yang sukses dan terkenal.”
Maksudnya seperti apa ini ya? Sukses dalam apa? Terkenal bagaimana?

Atau ada yang dengan bijaksana menjawab, “Ingin menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa.”
Dan timbul pertanyaan baru. Apa itu nusa? Dan siapa bangsa? Hayooo… Siapa yang bisa jawab.
Jujur, untuk jawaban di atas itu pernah kujawab dalam waktu silam. Beberapa puluh juta tahun yang lalu (ngeri banget nih, berapa lama sudah hidup di dunia?). Becanda deng, maksudnya beberapa tahun silam. Tepatnya sewaktu aku masih belum berumur, masih belum kenal dunia luar, masih belum berdosa, masih pakai seragam merah putih, dan yang paling penting dan paling tidak bolah lupa disebutkan adalah sewaktu masih imut-imutnya :D

Halahh. Narsisnya Kumat.. So, sampai mana tadi ini? Oh iya, sewaktu masih imut-imutnya itu (diperjelas lagi), aku belum tau apa itu cita-cita.. Sampai-sampai, saking pengen tahunya, aku yang masih imut-imut ini (tambaah jelas) bertanya polos dengan ibunda tersayang.

Begini, “Mah.. Cita-cita Anna apa ya?” sambil manatap polos ke wajah ibunda tersayang.
Setting tempat di home sweet home, waktu lampau, suasana menegangkan. Tiba-tiba suami Ibu, yang tak lain adalah ayahku, datang dengan tergesa menghampiri. Ikut nimbrung dengan ibunda, dan mereka tertawa serempak :D :D

Aku, sekali lagi masih dalam keadaan imut-imutnya, tambah bingung. Ada apa gerangan??

(Tiba-tiba datang seuntai suara berbisik di samping kiri “Plis deh yaa Ann, tulisannya gak usah pake embel-embelan imut kenapa, gak enak bacanya tau!!” Gleksss. Aku jadi bingung untuk meneruskan tulisan atau tidak).

Okaaaaaaaaay.
Wahai suara misterius, Maaf atas kekhilafan di atas, semoga tidak terulangi kembali. Aamin..
Tuh kan, aku jadi bingung mau nulis apa.. Hmmm...

Baiklah, di sini akan kutulis beberapa bidang yang hadir dalam keinginanku dan pernah begitu antusiasnya aku untuk menjadikannya sebagai, ehhmm… 'cita-cita'
Secara random, simak di bawah ini:

1. Dokter
Sengaja kuletakkan di nomer 1, biar ada sensasi 'wah' dari para pembaca yang budiman. Dokter.. Ohh no. Is she Smart? (she=me)
Tuh kan tuh kan, kalo dokter aja baru deh ada yang mau mengklaim 'smart'. Dan sebetulnya, aku memang smart.
"Ihhhh sombong" serempak ada yang berteriak-teriak.
Tenang, sabar dulu ah, jangan dipotong. Jadi gini, semua orang itu 'smart' dengan caranya masing-masing. Semua orang 'smart’ tanpa kecuali, yang membedakan adalah, ada beberapa orang memang dianugrahi 'clever' (aku smart, bukan yang clever ini yah kayaknya).
Apa itu smart apa itu clever? Jangan tanyakan saya, tanyakan langsung pada pengajar ENGLISH kalian. Ahahahaha.. ketawangakak
Jadi, kenapa saya pilih dokter? Karena ingin menolong orang. Aku pernah mengalami kecelakaan tragis yang sudah kuceritakan dalam postingan sebelumnya, klik berikut ini:

Musibah Adalah Anugrah


2. Penyelam
Haa? Penyelam? Emang bisa renang?
“Enggak bisa.”
“Lho, pernah menyelam enggak?
“Enggak pernah.”
Lha teruss???
Hehehe, aneh ya. Hmmm.. jadi ada rahasianya ini. Sebetulnya aku pernah suka dengan seseekor (karena hewan, jadi bukan orang), memang dia terlihat menyeramkan bagi beberapa orang dan mungkin termasuk kalian. Tapi bagiku, its smart!! Eh bukan dink, maksudnya its beautiful. Yeah, it’s the shark, absolutly the great white shark. Ahh kayaknya ga ada yang kaget. Kuulangi dehhhhh…

IT IS THE SHARK. THE GREAT WHITE SHARK


Astagfirullohh.. yang bener? Gile luuuu!
Iya bener. Pengen ketemu aja. Berbicara 4 mata, menyelam bersama, de el el..
I am corious. Karena sebenarnya, dia tak semenyeramkan yang kalian pikirkan. Dan kalaupun kalian pernah mendengar hal yang buruk tenteng dia, tolong jangan menilai dari sisi buruknya, tapi liat juga dari sisi yang baik, yang tersirat. Contoh:

… ditemukan 2 orang tewas akibat serangan hiu, sampai sekarang belum ditemukan sisa jasad mereka..



Awwwwwww. Jangankan kalian, aku yang nulis aja serem bacanya.
Hanya saja, jangan dipikir bahwa hiu ini sangat jahat. Ia hanya lapar, dan ia perlu makan untuk melangsungkan hidupnya, seperti rantai makanan, makan dan dimakan. Bahasa baiknya, Dia hanya innocent, dan sekali lagi kukatakan. Ia hanya HEWAN. Tanpa pikiran ataupun rasa. Hanya nafsu.

Yap, salah satu contohnya yaitu tadi, nafsu yang sulit dipendam untuk makan, ia tak tahu apakah manusia itu makanan yang baik untuk pencernaannya atau tidak, ia hanya tak dapat mengendalikan hawa nafsu saja. Ironis kan.

3. Penulis
Aku suka menyampaikan sesuatu dengan menulis. Apapun akan kutulis…
Tiba-tiba dari samping kanan ada suara yang menyapa.. “Ha nulis? Masa? Tapi kok tulisanmu itu jelek?”
Oke, oke.. tulisanku memang kuakui jelek. Tapi jangan salah, sejelek-jeleknya tulisanku, aku masih bisa membaca tulisanku sendiri (membela diri).
Suara dari arah kiri tiba-tiba membentak, “Boleh juga kalimat pembelaannya, tapi kalau memang suka menulis, kenapa paling jarang nyatet pas kuliah? Tulisanmu paling cuma tugas. Hayo ngakuuu.”
Memang, memang seperti itu. Tapi tolong yaaa, aku belum selesai ngetik tahu. Jangan dipotong lah! Kuulangi..
Aku suka menyampaikan sesuatu dengan menulis. Apapun akan kutulis… Kecuali yang bukan berasal dari diriku, aku cenderung malas menulis.. Apalagi untuk beberapa hal yang tak kupahami. Makanya untuk catatan saat kuliah aku cenderung tak mencatat. Sedikit info, aku tipe orang yang suka memahami apa yang kulihat lebih dulu, baru kemudian aku menyimpannya dalam memori. Tapi kalau laporan praktikum, aku suka menulisnya. Itu hasil eksperiment, so pasti rajin and semengat. Walau dengan kenyataan tulisanku tidaklah bagus, karna ini adalah taktik, sssstttt biar asistennya rada sulit menafsirkan isinya. Hehehe, just kidding kaka, we respect in you all :D

4. Koki
Waaahhh.. So sweet.. Emang bisa masak?
“Bisa.”
Waow… “Masak apa?”
“Apapun yang kau mau, tinggal sediakan alat dan bahan, dan aku akan segera memasak”
Ih… jago banget yaaaa…
Ehm, tapi ya dalam hati aku menambahkan, “Dan aku akan menelepon Mamah untuk bertanya resep.” hehehe
Baiklah, untuk cita-cita yang mulia ini, akan kuterapkan di masa depan. Btw, ini dalam tahap masa belajar memasak yang dicicil.
Insyaalloh, aku akan menjadi koki terhebat untuk suami dan anak-anak kami kelak mengkhayal dulu ahh. Hahaha

Demikian CV cita-cita saya. Sebetulnya masih banyak, tapi berhubung ada kerjaan, nanti kusambung lagi ya..

Kata-kata mutiara : “Seperti Embun yang menetes perlahan, bukan seperti hujan yang tetesannya tidak kasat mata. Itulah gambaran sebuah ILMU, tak akan terasa apabila ia hujan yang deras, namun sangat terasa saat ia adalah embun yang berkumpul menjadi satu.”


semoga manfaat ^^

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Musibah adalah Anugrah

Memori di masa silam..

"Terdedikasi untuk seluruh manusia di muka bumi, untuk selalu mengingat bahwasanya kematian adalah sesuatu yang nyata, apabila terjadi, maka itulah adanya.”


Sampit, 7 April 2008
Menunjukkan pukul 06.10 WIB. Aku masih ingat, sangat ingat jelas. Hari itu adalah hari senin. Dan aku juga masih ingat, senin adalah upacara bendera rutin dan selanjutnya adalah mata pelajaran olahraga, kelas kami F-1 (FORmasi ilMU aLAm- 1) berkumpul bersama dengan kelas US-Prow (United Science PROgram tWo). Kami sama-sama kelas 2 SMA. Biasanya aku berangkat sekolah dengan seorang sahabat gila gokil karibku si @ekhadul (account twitternya) yang notabene US-PROW, dan kalau kebagian jadwal aku yang bawa motor, pasti aja ngepress berangkatnya.

Dan apabila hampir sampai sekolah aku akan harap-harap cemas menunggu takdir, telat atau selamat. Dan akhirnya, fakta menyatakan kami telat (ya, aku penyebabnya, hiks). Ada gurat kecewa di wajah temanku ini, dia telat karena aku, dan sepertinya ini untuk pertama kali buat dia. Kalau aku, jujur sudah sangatlah sering. Ini bisa kusebut dengan teguran pertama.

07.50 WIB
Alhasil, melalui proses hukuman yang lama karena keterlambatan di atas, kami bersama-sama ganti kostum untuk olahraga. Oh ya, kebahagian muncul karena dosen, eh guru maksudnya, memberikan kebebasan untuk melakukan olah-raga apapun, yang penting bergerak. Yuhuuuu.. Its time to express our life… Akhirnya, dengan lapangan yang indah apa adanya, kami pun berbagi games. Untuk kaum laki-laki yang jumlahnya lebih sedikit ini bermain futsal dan basket. Sedangkan kami para wanita yang jumlahnya membludak ini bermain KASTI. Sudah pasti, F-1 Vs US-PROW.
Ini adalah saat-saat yang paling membahagian karena pada waktu itu, aku mampu menggerakkan semua anggota gerak badan dengan respon yang baik. Subhnaalloh, Maha suci Allloh denga segala KehendakNya untuk si tercipta. Aku bisa melempar tongkatnya bola KASTI sekuat mungkin dengan kedua tanganku juga penerima yang handal bahkan hanya satu tangan, ironisnya saat bola sudah di tanganku, aku bingung sendiri hendak diapakan baiknya. Sayup-sayup, kami bertepuk tangan gembira saat skor labih unggul ketimbang lawan (tangis membucah saat menulis ini sambil mengingat masa lampau).

Teeetttttttttttt… Bunyi bel panjang pergantian mata pelajaran.
Tapi kami yang sedang asyik bermain kasti ini acuh tak acuh sambil melanjutkan permainan, apalagi kami F-1 yang ini keukeuh tak ingin mengakhiri permainan, apalagi saat itu US-PROW lebih unggul. Kalau permainan ini selesai, tamatlah kami sebagai tim yang kalah.

Teeetttt………. Bunyi bel penanda waktu istirahat. Kami mulai saling lirik memberi kode, apakah dilanjutkan atau tidak. Jelas kalau dilanjutkan, kami akan jadi tontonan besar warga sekolah, dari adik tingkat sampai kakak tingkat. Tapi, kami malah tetap acuh tak acuh. Lanjutttkaaann!!!
Selang beberapa menit, wali kelas US-PROW yang kebetulan melihat, langsung member kode kami untuk bubar. Ada senyum lebar dari mereka, ada cemburu membakar di hati kami F-one. Ini olahraga spektakuler. Tapi kenyataan pahit menyapa, kami kalah. Skor tertinggal jauh. Dan yang ironis adalah, aku tidak tahu kalau ini akan menjadi olahraga yang terakhir yang spektakuler bagiku.

03.15 WIB
“Jadi pelatihan hari ini?” Mamah menghampiri aku yang sedang asyik bermain catur dengan adikku ini.
“Jadi, Mah. Nanti.” Aku masih menatap papan catur.
“Jam berapa? Kok belum siap-siap? Mau diantar?” Tanya beliau lagi.
“Gak usah Mah, Anna berangkat sendiri aja. Bada ashar, jam 4.” Penolakan yang sangat kusesali. Aku melirik beliau.
“Yaudah sana mandi, nanti telat!” perintah beliau.
“Iyaaa, Mah..” buru-buru ke kamar mandi. Papan catur tergeletak pasrah. “De.. rapikan caturnya yaaaa, nanti main lagi..” aku teriak sambil berlari ngacir.

03.50 WIB
“Ann.. ini udah hampir jam 4 tapi kok belum berangkat..” teriak beliau mengingatkan.
“Iya Mah, ini lagi masang jilbab..” kulakukan sambil melipat mukena juga.
“Kebiasaan deh, kalau berangkat waktunya ngepress. Lain kali ya berangkat jam 3, sholat ashar di mushola sekolah kan bisa.” Beliau memberikan saran yang diulang ulang sejak dulu, yang kusesali juga kenapa tak pernah sekalipun kuterapkan.
“Iyaa mah, tapi lebih enak sholat di rumah. Biar plong.” Aku pamit sambil cupika-cupiki Mamah.
“Ada yang ketinggalan? Sarung tanganmu gak pakai?”
“Oh iya.. Aduh Anna udah makai sepatu, tolong ambilkan, Mah..”
“Kamu ini, kebiasaan gak disiapkan dulu! Dimana?”
“Aduh lupa, ditaruh dimana ya.. Hmm.. Ga jadi Mah, gak panas juga harinya…”
“Ya sudah, hati-hati di jalan. Jangan ngebut!” Aku senyum sambil mengangguk.

04.00 WIB
Selalu. Selau begitu. Aku bukannya suka dengan telat. Tapi aku hanya ingin tepat waktu. Tidak ingin terlalu datang paling awal, tapi juga tak oingin datang terlambat seperti ini. Mau tidak mau.. aku ngebut juga. Maaf Mah, untuk sekian kalinya aku melanggar perintahmu. Maaf Mah, mungkin Anna bukan anak Mamah yang baik, tapi Anna juga tak ingin menjadi anak yang tidak baik…

Dan demi masa, yang tak dapat kukendalikan apabila tiba waktunya.. (tangis kembali membuncah saat menulis ini)

Aku yang hanya dengan satu tujuan ini, menambah kecepatan motor yang kukendarai. Tatapan fokus ke depan. Kosong. Aku mulai menambah kecepatan lagi hingga kulihat di depan ada sebuah motor yang berjalan lambat. Akhirnya kuperlambat kecepatan, namun fokus untuk mendahului motor di depan yang entah mengapa bartambah lambat jalannya. Its about time. Si motor yang berjalan lambat itu tiba-tiba membelokkan motornya tepat saat motorku hampir menyelipnya. Tak dapat ditunda, kami pun bertabrakan.

Salah siapa? Siapa salah?

Motorku dan juga diriku terlontar jauh menuju pinggir jalan raya. Tak ada yang kurasakan. Badan tak sanggup kugerakkan, tak ada respon. Semakin kupejamkan mata, semakin perih rasanya hati yang bingung, dalam keadaan tak sadar aku menanyai diriku sendiri, apa yang terjadi denganku. Aku tergeletak pasrah tanpa ada yang menolongku. Apa aku sendiri? Tak adakah orang yang lewat? Kuberanikan untuk berucap meminta tolong, tapi tak ada satupun kata yang dapat kulisankan, lidahku kelu. Mata. Ya, mungkin mata dapat kubuka untuk melihat sekitar.

Perlahan kubuka dan ternyata membukanya merupakan sakit yang perih. Bukan mata yang perih. Namun hatiku. Melihat betapa ironis keadaanku. Mungkin ini bisa terobati nanti. Tapi, yang sangat meremukkan hatiku adalah kenyataan yang langsung kusaksikan sendiri, bergerombol orang membantu penumpang si motor yang berjalan lambat tadi, terdiri dari 2 orang perempuan dan satu anak kecil. Aku mencoba mencerna keadaan sekitar, berpikir mengapa tak ada satupun orang yang bergerombol sudi menolongku, paling tidak memindahkan motor yang sedari tadi menindihku ini.

Mengapa??
Apa karena mereka lebih mengenal 2 orang tadi beserta anak kecilnya? Atau karena melihat keadaanku yang ironis sehingga rasanya percuma mendapatkan pertolongan? Atau karena aku yang salah karena menyelip motor yang berjalan lambat itu tanpa membunyikan klakson?
Kembali tangis di hati membuncah. Kebingungan terus menambah. Aku ingin bangkit tapi tak tau harus seperti apa.


10 April 2008
Aku masih terbaring di kasur kamarku. Dengan tangan kiri dipasang gips yang masyaalloh beratnya tak terkira, aku mengalami fisura pada pergelangan tangan. Ini adalah saat-saat aku rawat jalan. Tanpa selang infus yang berhasil kutolak, aku hanya ditemani obat-obatan yang paling tak kusuka. Jujur, sangat terasa sedih bukan karena fisikku yang lemah, tapi karena tak ada satupun teman di sekolah yang menjengukku, mendatangiku memberi semangat, mereka hanya mengirim sms yang kubaca berulang kali.
Entah mengapa, aku hanya ingin berpikir positif supaya tidak menyakitkan, mungkin mereka sibuk dan jarak rumah dengan sekolah itu lumayan jauh, sekitar 8 kilometer. Ironis.
Yang kuperhatikan, mereka yang datang menjenguk adalah tetangga-tetangga yang hanya berada di sekitar kompleks perumahan, meski yyang paling banyak adalah ibu-ibu yang teman Ibundaku. Ironis. Tak punyakah aku teman? Punya, tapi mereka sangatlah jauh, semoga. Saat rumah sepi dan aku sendiri, aku meluangkan waktu untuk menangis. Maratapi hal yang kusesali. Lambat laun aku mulai mengerti, bahwa Sang Maha Pencipta tak akan memberikan cobaan yang tak dapat kulalui hingga aku mendapatkan ibrohnya. Berikut kusebutkan:

1. Bersyukur dengan pemberianNya, jangan terlena karena itu semua hanya titipan. Sewaktu-waktu bisa saja hilang.
2. Hidup bukan hanya bagaimana kita bisa mandiri, tapi bagaimana caranya agar bisa bersosialisasi dengan orang lain. Temanmu kelak bisa menjadi relasimu.
3. Persiapkan bekalmu selama berada di dunia untuk akhirat kelak.
4. Banyak-banyak ber-istighfar, sekecil apapun kesalahan itu.



10 April 2011
3 tahun sudah berlalu. Aku bahkan beruntung, karana masih diberi kepercayaan untuk menjalani hidup. Bayangkan saja, apabila di lauhul mahfuz tercatat bahwa 070408ini adalah kiamat sughro bagiku, maka hendak di bawa keman aku ini? Dengan bekal yang sangatlah sedikit, dengan iman yang mudah goyah, dengan dosa yang tertumpuk.. Aku menangis sejadi-jadinya. Karena bila Alloh berkehendak, bisa saja Dia mematikan kerja jantungku hingga otakku berhenti pula pada saat itu, dan ahhhh..
Astagfirullohh..
Atau mungkin bisa saja seperti ini. Aku mengalami kelumpuhan total tangan kiriku, hingga perlu diamputasi. Siapkah aku? Bagaimana aku akan menjalani hidup nanti? Ya Alloh, berikan hal yang terbaik bagiMu. Ini adalah teguran yang nyata, Alhamdulillah.. Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Semua bisa terjadi, ini hanya perkara waktu. Demi Masa.


-------------------------------------
Lewat tulisan ini, meski aku tahu bahwa beliau tak akan membacanya.. Tapi sekali lagi, terimakasih telah mengandungku selama 9 bulan dan menyampihku serta merawatku hinga aku saat ini. Sampai kapanpun, tak ada yang mampu menggantikan posisimu, itu akan permanent hingga kita dipertemukan kembali di hari yang besar, Aamin..

Untuk refresh, baca ini:
Calon cita-cita di masa lampau

semoga manfaat ^^

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Aku, Teknik Kimia, dan Masa depanku..

Banjarbaru, 2 Januari 2009
“Kita pulangnya besok yah, Mah?”
“Iya, tapi siang ini jalan lihat-lihat unlam dulu..” jawab beliau.

Waow, tidak terasa sudah kelas 12 nih. Berarti 3 bulan lagi siap-siap ujian nasional. Kuliah di mana ya? Di Kalimantan atau Jawa? Kalau mamah sama papah nyuruhnya di Jawa. Tapi apa aku sanggup hidup jauh dari orang tua? Oops, geleng-geleng kepala. Hmmm... Rasanya hari-hari sebelumnya entah kapan mamah pernah bilang kalau Anna mau kuliah di daerah Kalimantan, berarti ya harus di universitas Lambung Mangkurat. Jadi, liburan ini aku sempatkan untuk melihat-lihat sekilas calon kampusku, ya betul sekali, pada hari ini. Ehhm, masih calon.
Drrrrttt,,, drtttt.. (kira-kira bunyi apa ini?)
Getar hape mode silent mengejutkan lamunanku sesaat. Sms dari teman sekelas, si Kiki. Isinya tentang jarkom bahwa besok adalah hari terakhir pengumpulan formulir pendaftaran SMUT (Seleksi Masuk Universitas Lambung MangkuraT). Nah lho, apa-apaan ini? Masa libur sekolah gini pengadaannya? Ahh, enggak percaya.. Kugeletakkan kembali hepe tersebut. Acuh tak acuh..

Beberapa jam kemudian..
“Ini fak Kedokteran.” Kata om-ku disertai telunjuk yang kanan focus setir dan kiri menunjukkan sebuah bangunan. Aku manggut-manggut.
“Ini mipa. Paling bagus sendiri, euy..” Aku manggut-manggut setuju,
Beberapa menit kemudian..
“Nah ini baru Teknik.” Mataku melotot. Ini bener-bener teknik? Hmmm..
“Ayo turun,” Papah menyuruh kami turun dari becak Av (ada sektar 7 penumpang rasanya).
Dengan muka batu kulangkahkan kaki demi kaki ke halaman kampus yang luasnya yah cukup luas dari halaman rumahku (yaiyalah, rumah aja gak punya), ralat, maksudnya rumah orang tuaku. Sepi. Sepi. Sepi. Pada liburan kali ya? Langkah kumulai dengan mengikuti jejak kaki om-ku yang ‘sepertinya’ tahu betul lekuk-bekuk area Teknik ini. Padahal beliau Alumnus Perikanan. Hebat. Hebat. Tepuk tangan. Prokkk prokk prokk. Heboh.
Sejam kemudian…
“Ann, nanti jangan dekati area ini yah!” Papah menunjuk papan panjat pinang, upss, alias panjat tebing. Aku terdiam. Aku paham. Hmmm..
“Hahaha, sip boss…”
***

Sampit, 4 Januari 2009
Back to school.. Aihh, padahal liburan rasanya berjalan cepat. Cepat sekali. Beneran. Ada kabar apa di sekolah gerangan? Kudekati beberapa wajah anak-anak yang familiar, dengan senyum ‘hai’ kusapa mereka. Yahh.. ada gerombolan yang mengumpul membicarakan prihal SMUT. Oh yeahh, aku ingin bertanya sekaligus.
“Cho, kamu gak jadi daftar SMUT? Katanya mau kuliah di unlam..” sesosok manusia lebih dulu menyapaku, dengan logat asli banjarnya (perfect, ini sudah aku translate ke bahasa Indonesia dengan baik dan belum benar, tetapi). Sebentar. Coba aku ulangi kalimat temanku ini. Sepertinya.. Aku salah dengar.
“CHO, KAMU GAK JADI DAFTAR SMUT? KATANYA MAU KULIAH DI UNLAM..”
Hah? Apa ini maksudnya?
Relax. Hmmm…
Pasti dia bercanda. Yahh. BERCANDA.
“Ha? Kan baru aja masuk. Emang sudah ada pendaftaran gitu pas libur?” jawabku enteng. Bener-bener innocent. Bersandiwara layaknya mananggapi canda.
“Lah kan kemarin terakhir ngumpul berkas pendaftaran, Cho. Emang gak ada yang ngasih tau kamu? Jarkom?”
Jreng jreng jreng. Dunia terasa berputar.
Putaran pertama, 180 derajat.
Putaran kedua, 180 derajat.
Baik. Aku kembali ke awal. Apa yang kudengar harus lebih kupercaya. Apa yang ada di depan adalah yang harus kuhadapi. Ini kenyataan. Ini fakta.

Beberapa jam kemudian..
Aku bersama tim suksesku mengajukan segenap hati dan diri menuju ke ruang BP. Menuntut keadilan dan menebar tangis pilu. Mengatakan dengan pahit bahwa kami mengaku salah karena tidak up to date, kami juga mengaku bahwa jaringan komunikasi kami sangat terbatas hingga terkadang misscom, atau yang lebih parah malah missuniverse. Kan malah jadi tidak nyambung.
Kembali ke laptop.

Eniwei, aksi protes kami (yang tidak sampai demo, alhamdulillah) berjalan dengan lancar. Pihak BP akan menanyakan kembali pihak Unlam apakah ada pendaftaran susulan atau bagaimana. Oh iya, waktu itu kami tidak langsung keluar dari kantor BP, melainkan menjadi anak catur yang bermainan di selasar ruang. Masih menatap pilu sampai akhirnya ada salah satu guru BP yang bertindak macho. Beliau menelepon ke rektorat Unlam menanyakan prihal masalah kami.
Kami tersenyum. Tertawa kecil.
Alhamdulillah, lega.
Fiuuuuhhh..
Walaupun belum jelas bagaimana keputusan akhir.
***

Sampit, 10 Januari 2009
Aku sedang mengisi lembar LJK pendaftaran SMUT. Hmm, tak perlu dengan sombong kukatakan bahwa kami berhasil memelas kemarin. Aku sudah mendapatkan formulir yang harus kuisi. Yahh, KAMI BERHASIL, saudara-saudara. Lah. Aku barusan mengatakannya, kapital pula. Okay, aku baru saja riya, bersombong diri. Astagfirullah..

Beberapa jam kemudian..
Baiklah. Setelah merundingkan dengan keluarga besar (terdiri dari aku, mamah, papah, dan adik) akhirnya keputusan terakhir dibuat. Aku memilih Teknik Kimia sebagai Pilihan pertama dan FKIP Kimia sebagai pilihan kedua. Ada dua keputusan untuk hasil akhir untuk kesimpulan. Pertama, pabila aku diterima di Unlam maka sudah jodohku untuk menempuh lanjutan pendidikan di sana. Kedua, di pilihan manapun itu adalah jalan yang Allah berikan padaku. Lanjutkann…!!!
***

Banjarmasin, 13 Agustus 2009
Dan di sinilah aku, di teknik kimia Universitas Lambung Mangkurat.. Sedang bersiap diri untuk malakukan registrasi ulang. Calon mahasiswa nih ceritanya, jadilah aku dipaksa untuk mencicipi rasa dalam menjalani proposal hidup dengan MANDIRI. Bukan. Bukan nama sebuah bank. Yang kutulis itu adalah nama sebuah makanan khas PERCAYA DIRI dengan bumbu penyedap PEDE.
Hah. Semakin tidak nyambung jadinya.

Beberapa jam kemudian…
Aku lapar. Sebelum bulan puasa dataaaaang, ayoo puas-puasin makan..
Massa-ku sekitar 46 kilobyte. Bahasa baiknya.
***

Banjarbaru, 25 Agustus 2009
Untuk Pertama kalinya berada di sebuah ruang bernama ‘kos’. Perlu kuberitahu kawan, bahwa di tempat ini kau akan menjumpai dan berkenalan dengan yang namanya “kesepian” serta “kehancuran”.
Tenang!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Ini bisa kujelaskan.

Relax.

Kesepian?
Yah betul sekali.Sepi. Aku sangat kesepian di sini. Tanpa mamah, papah, dan adik. Apalagi hari pertama kujalani saat bulan Romadhon. Sungguh, aku dilema… Pola makan berkurang, pola mengaji tidak teratur, pola tidur meningkat, pola kemalasan menanjuak, pola tak teratur berjalan sukses. Entah ini faktor apa. Waktu atau keadaan? Atau keadaan di waktu yang tidak tepat? Mungkinkah waktu yang hadir di keadaan yang tidak tepat? Atau mirisnya, kedua-duanya.

Kehancuran? Yahh. Betul sekali. Sudah kusebutkan di paragraph sebelumnya. Silahkan memberi komentar atau kesimpulan sendiri. Allahul musta’an..
***

Sampit, 18 Januari 2011
Bingung yah, kenapa skip tahun 2010? Maaf saya belum bisa memberitahukan kejelasannya. Berhubung saya lapar, pamit dulu yah. Semoga liburan di rumah kali ini bias menambah kilobyte dari massa yang kupunya.
Allahuma Aamin…

semoga manfaat

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

I am back, readers..

Bismillah..
Kalau dilihat dari judul, kentara banget aku orangnya kelewat PEDE. Gimanaa enggak, koq percaya diri gitu mencantumkan 'reader' menjadi 'readers'

glekkk..
Memangnya berapa juta banyaknya yang bakal membaca postinganku? memenag siapa aku sihh?
memamg seberapa pentingkah apa yang kutulis di sini?

Anda geleng-geleng kepala.
Sama, yang lagi ngetik juga geleng-geleng kepala, bingung. GAlau..

Dilarang ketawa..!!!!!

tapi kalau mau ketawa, baca di bawah ini:

Qonita: mba Ana.. Es krim..
Aku: hah? Ga ada yg jual pagi2 gini, ta..
Qonita: adaa. Beli es krim..
Aku: ga ada sayang.. Qt main masak2an aja yuk..
Qonita: ga mau. Ayo keluar beli es krim..
Aku: eh, ga enak es krim itu, ta.. (memfitnah)
Qonita: Beli es krim pokoknya! (nangis2)
Aku: yaudah, ayo..
Qonita: (berhenti nangis)
Aku: cium mba dulu sini..
Qonita: Muah. Muahhh..
Aku: pinter sayang. Jangan nangis lg ya (mengusap air mata)
Qonita: hihi (tertawa kecil)
Aku: ta, mba punya hamud nyanyi d hape, mau liat ga?
Qonita: mau. Mana?
Aku: ini.. Tunggu ya.. (mengeluarkan nokey)
dan akhirnya si kecil Qonita melupakan perihal es krimnya tadi.. Dasal batita.. Haha

Eh? Gak lucu ya?
Masa sih gak lucu? aduh, kalo gak lucu aku nangis nih, hiks hiks
Oke. Selesai.

Baikklah serius..
Maaf atas permulaan yang sepertinya terlihat LEBAY atau GAJE.

Yahhh.. itulah aku.. Its me.. klik sini untuk mengetahui lebih lanjut: About Me

Pagi ini, di kota Sampit yang indah.. Bersama keluarga mengumpul. Terimakasih Ya Allah, setelah ujian yang telah kutempuh mendapat ridho dariMu.. Dan yang akan kulalui ini mendapat kepercayaan dariMu, Allahal Mustaan..

Sebetulnya mau curcol. Tapi pagi ini mau berbincang-bincang dulu dengen mamah.
Ciaoooo..

Keep Blogging all..

semoga manfaat^^

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Ekotek? Anugrah atau musibah?

Menulis ini sambil menitikkan air mata...

Ya Allah, sungguh suatu kenekatan kecil yag kuhadapi saat menentukan mata kuliah yang akan diambil, dulu sihh masih paket, jadi nyaman-nyaman aja, ehhh pas dikasih pilihan? bingung mau bagaimana? yahh akhirnya saat konsul aku memutuskan memilih 2 mata kuliah msg2 2 sks, yang adanya pada semester 7 (waow, nekat nekat nekat!) pokoknya udah ambisius bakalan satu mata kuliah ditinggalkan, mengurangi 2 sks. Pokoknya harus! Jujur dari lubuk hati yang dalam, mata kuliah yang kutulis pada judul ini sebenarnya yang dari awal sudah ingin kulepas.. Well, ternyata kenyataan berkata lain, inilah yag kupertahankan dengan (mudah-mudahan)sepenuh hati dan semoga aku mendapatkan ilmu dari sini, paling tidak hasilnya bukanlah sia-sia. Ohh ekonomi teknik kimia, seperti inikah rasanya bersamamu.. Ohh ekonomi yang dulu pada bangku SMA sering kuacuhkan :(
Hmmm.. kembali ke awal, apapun yang telah kujalani, aku harus bersyukur, paling tidak aku harus bertanggung jawab apa tang telah kupilih... Bissmillah, aku yakin bisa!

Oya, dua minggu yang lalu kami dapat tugas besar yang dikerjakan satu kelompok, yang pembagiannya kami lakukan hom-pim-pah, uhhh syukur sekali bisa dikerjakan tepat waktu meskipun harus begadang, hiks hiks (ehh ngeluhh). Tugas ini adalah meng-upgrade BAB X
EVALUASI EKONOMI dari TA kakak tingkat, dengan judul PERANCANGAN PABRIK METANOL DARI BATUBARA
TAHUN PENDIRIAN 2015.

klik tugas ini:
Evaluasi Ekonomi Teknik

semoga manfaat ^^

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Ahad bersama malam

Bissmillah..
Hmmm dimulai darimana yaa?
Baiklah pertama-tama ingin saya ucapkan adalah:
"Alhamdulillah.."
malam ini benar-benar suatu kejadian yang tak terduga, saya cukup bersyukur.
Allah telah merencanakannya, Ia menurunkan hujan yang deras menunda si penyejuk hati menunda untuk pulang ke rumah. Di saat itulah saya beranikan untuk menyapanya, sedikit canggung.. Karena kalimat pertanyaan yang saya ucapkan tanpa sadar adalah:
"Hmm... sudah menikah yaa?"
waow.. Apakah anda terkejut? Sama kalo begitu, saya juga..
Dari senyumnya yang berwibawa tiba-tiba terukir tawa kecil
"Hehe, beluuummm.. Kenapa, apa terlihat tua yaa?"
ehhh.. Saya jawab apa kalo begini?
"Wah maaf, habis mbak terlihat lebih dewasa."
Saya malu. Malu, sodara sodara...
"Memang umurnys berapa?"
Hmmm..
"Kelahiran 91, kalo mbak?"
dan tarnyata..
"89. Beda dua tahun yah.."
Astagfirullah, Kami hanya berbeda dua tahun. Tapi dia terlihat dewasa dan bertanggung jawab.
Singkat dari obrolan kami, dapat saya simpulkan titik perbedaaan kami. Dia berani berdakwah kecil menjadi guru mengaji adik kecilku, juga bekerja di sebuah klinik herbal serta memiliki segudang kegiatan positif. Sedangkan saya?? Tak perlu kujelaskan saya ini seperti apa.. Tapi Ya Allah, saya iri padanya, ya Allah, juuga malu di hadapanmu, saya hanya yang paling kecil.
Ya Allah, berikanlah saya kekuatan untuk menjadi lebih baik lagi..
Untuk engkau ukhti, yang namanya berarti 'jembatan' semoga engkau kelak menjadi jembatan hidup untuk mereka yang ingin menyebrang ke arah kebaikan.. Aamin..
SEmoga ketika kita berjumpa kembali, Saya sudah memiliki jembatan yang kokoh dan dapat dipijaki tanpa ada ragu akan terjatuh...

semoga manfaat

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

salam senyum sapa pembaca

Bissmillah..

Assalammualaikum

Apa kabar readers?

Semoga dalam keadaan sehat dan ada dalam lindungiNya..

Ini kali kedua saya memposting tulisan tanpa ada unsur langsung "copy+paste" dari file documents di levie..

Karena posting saya sebelumnya ini, murni adalah tugas-tugas dan beberapa outexam saya selama berada dalam area teknik kimia tercinta..

Well...
Postingan pertama itu pada tgl 1 oktober 2010. Tapi akhirny saya simpan di draft, takut dia yg namanya tidak boleh disebut ternyata membaca..

Biar menjadi rahasia saya, kecuali bila dia ternyata menjadi special someone nantinya, baru saya edit dan posting, hehe
siapa tho? Bikin penasaran saja..

Baiklah..
Sebenarny apa tujuan saya menulis lewat mobile ini?

Nah, saya mau curhat pribadi. Jadi..
Saya pernah mengalami suatu teguran secara maya hingga membuat saya menangis sejadinya. Ingin pergi ke pelukan mama, menatapnya hingga perasaan di hati ini luluh. Well, saya tidak bisa menceritakan apa yang saya alami.

Tapi saya ingin menyampaikan, pada kalian yang masih memiliki orang tua lengkap..

Tolong jangan sakiti mereka, tolong utk selalu berbakti pada mereka, lakukan hal yang terbaik.. Sebelum semuanya terlambat, sebelum menyesal, sebelum ada teguran nyata yang datang..

Wallohualam Bishowab..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Jadilah SaMoNa (Sahabat Mom Anna)